Diabetes Dapat Memicu Stres dan juga Depresi – Diagnosis diabetes, baru atau lama, dapat memicu emosi seperti kesedihan, stres, dan frustrasi. Namun, menjaga stres di bawah kontrol dapat membantu Anda mengontrol diabetes Anda.

Bagaimana diabetes terkait dengan emosi?

Anda telah ditantang dengan diagnosis diabetes. Apakah itu diagnosis baru atau diagnosis lama, hidup dengan tantangan ini dapat memicu banjir emosi. Beberapa emosi ini dapat mencakup:

  • Duka
  • Kecemasan
  • Frustrasi
  • Kekecewaan
  • Menekankan

Emosi ini merupakan respons alami dan dialami oleh banyak orang, terutama saat pertama kali didiagnosis menderita diabetes. Emosi ini mungkin juga dialami oleh seseorang yang mengelola diabetes dalam jangka panjang. Masalah emosional dapat membuat Anda lebih sulit untuk merawat Anda, makan dengan benar, olahraga, dan istirahat yang pada gilirannya dapat memengaruhi kontrol gula darah. Selain itu, Anda mungkin mencoba mengurangi stres dengan perilaku tidak sehat, yang dapat berkontribusi pada komplikasi diabetes.

Apa itu Stres?

Kebanyakan orang mengalami stres sebagai ketegangan emosional atau fisik. Hal ini dapat mengakibatkan kekhawatiran, kecemasan, dan ketegangan. Peristiwa sehari-hari atau perubahan dalam hidup dapat menciptakan stres. Stres mempengaruhi setiap orang sampai tingkat tertentu, tetapi mungkin lebih sulit untuk dikelola ketika orang mengetahui bahwa mereka menderita diabetes.

Gejala stres dapat meliputi:

  • gugup
  • Detak jantung yang cepat
  • Napas cepat
  • Sakit perut
  • Depresi

Stres dapat membuat lebih sulit untuk mengontrol diabetes Anda karena dapat membuang rutinitas harian Anda dan dapat menyebabkan keausan pada tubuh Anda. Hormon dari stres meningkatkan tekanan darah Anda, meningkatkan detak jantung Anda, dan dapat menyebabkan gula darah naik. Gula darah tinggi bisa membuat Anda merasa down atau lelah. Gula darah rendah dapat menyebabkan perasaan kesal atau gugup.

Bagaimana saya bisa mengurangi stres dalam hidup saya?

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi stres. Berikut ini adalah beberapa saran:

  • Minum obat sesuai petunjuk dan makan makanan sehat.
  • Gunakan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam.
  • Dapatkan beberapa latihan. Anda dapat mengurangi stres melalui aktivitas seperti menari, berjalan kaki, atau bersepeda. Lakukan sesuatu yang Anda nikmati.
  • Bagikan apa yang Anda alami dengan teman dan keluarga. Jika Anda berbicara tentang masalah Anda, Anda dapat membantu menghilangkan stres Anda dan mungkin memecahkan masalah tersebut.
  • Ingatlah untuk menjaga selera humor Anda. Tertawa membantu mengurangi stres.
  • Bergabunglah dengan grup pendukung. Anda dapat bertemu orang-orang dengan masalah yang serupa dengan Anda dan mendapatkan teman baru.
  • Cari bantuan profesional untuk membicarakan apa yang mengganggu Anda.
  • Ada strategi tambahan yang dapat Anda gunakan untuk membantu mengurangi stres dalam hidup Anda. Bicaralah dengan pendidik diabetes atau dokter Anda untuk mendapatkan lebih banyak ide.

Apa saja gejala depresi?

Terlalu banyak stres terkadang dapat menyebabkan depresi. Orang dengan diabetes lebih mungkin mengalami depresi daripada rata-rata orang. Anda mungkin berisiko mengalami depresi jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut selama lebih dari seminggu:

  • Merasa sedih atau mudah tersinggung
  • Kehilangan minat pada aktivitas yang Anda sukai
  • Merasa tidak berharga
  • Mengalami perubahan pola tidur
  • Merasa lelah atau seperti kehilangan energi

Perasaan lelah atau perasaan tidak berharga dapat mempersulit Anda untuk melakukan perawatan diri yang menjaga diabetes tetap terkendali. Penting untuk diingat bahwa dokter dapat membantu mengobati depresi. Hubungi dokter Anda jika salah satu dari gejala ini berlaku untuk Anda. Depresi dapat diobati dengan aktivitas gaya hidup (seperti peningkatan olahraga dan relaksasi), pengobatan, dan konseling.